Akhir-akhir ini terdengar berkali-kali kata REVOLUSI dimuntahkan para aktivis dan mahasiswa dalam tiap aksi demonstrasi yang mereka gelar. Semua itu terjadi karena carut marut berbagai persoalan di negeri ini yang tak kunjung dapat diatasi oleh pemerintahan dari hasil pemilu langsung tahun 2009 lalu. Jujur saja, tentu sebagian besar rakyat ‘wong cilik’ Indonesia sudah muak dengan aksi-aksi para aktivis dan mahasiswa tersebut. Karena sama saja dengan golongan kapitalis dan birokrat yang sekarang ini berkuasa, mereka juga adalah mantan aktivis dan mahasiwa yang dulu selalu berkoar-koar ‘ pro rakyat, pejuang keadilan, pendekar HAM, pro demokrasi dan lain-lainnya’. Baca selengkapnya... Baca selengkapnya...
Cerpen : Menapak Jalan Buntu
sp;
Langkah kaki menapak enggan di jalanan pelabuhan Tanjung Perak, suara hiruk-pikuk orang berlalu-lalang tidak juga membuat Isoneta bersemangat untuk segera meninggalkan temat itu. Bahkan Isoneta memerlukan waktu setengah jam hanya untuk sampai di halte bis di depan pelabuhan. Sama sekali tidak ada semangat bagi Isoneta menyambut masa liburan turun kapalnya kali ini. Bahkan sebenarnya sebelum kapal bersandar di Tanjung Perak dia sudah berencana untuk turun di saja Darwin Australia, namun ada rasa tidak enak hati bila menghindar dari undangan pernikahan Fanny yang telah sampai di tangannya sebulan yang lalu.
Fanny oh.. Fanny. Nama itu kembali terngiang-ngiang di kepalanya, kekasihnya semenjak SMA itu tidak pernah lepas dari ruang dihatinya. Sudah hampir sepuluh tahun berjalan mereka berhubungan, tapi harus berakhir dengan perpisahan yang dirasakan Isoneta teramat sangat menyakitkan. Ternyata selama Isoneta meniti kariernya menjadi seorang pelaut, Fanny menjalin hubungan dengan Edward yang sama-sama teman sekolahnya dahulu. Kekayaan Edward yang kini menggantikan ayahnya menjadi seorang pengusaha, telah mengalahkan gaji ribuan dollar yang didapatkan Isoneta dari tempat kerjanya sebuah kapal kargo milik orang USA. Kini dia harus meratap sendiri kehilangan seorang Fanny kekasih yang sangat dia cintai.
Sebenarnya semua ini terjadi tidak kesalahan mutlak dari Fanny, Isoneta sadar betul sudah satu tahun ini Fanny selalu memintanya untuk cari pekerjaan lain yang menetap di daratan. Apalagi ditambah informasi buruk tentang kebiasaan buruk para pelaut yang suka mabuk-mabukkan dan bergonta-ganti pasangan, Fanny pun sudah mengancam minta putus bila Isoneta terpengaruh kebiasaan buruk pelaut lainnya. Demi untuk memegang janjinya Isoneta pun menbatasi diri dalam bergaul dengan pelaut teman kerjanya yang sebagian besar adalah orang eropa dan amerika. Namun semua itu harus berakhir dengan sia-sia, kesetiannya selama ini ternyata hanya mkembuahkan rasa sakit yang tak berperi.
Isoneta hanya menggumam saja saat sopir taksi menanyakan tujuannya, anehnya sopir taksi itu langsung berangkat seperti paham benar dengan perkataannya. Acuh tak acuh Isoneta dengan semua itu akhirnya kembali larut dengan lamunannya. Jalanan Surabaya dengan kerlap-kerlip lampu kota yang bersinar indah tidak juga membuat Isoneta membiarkan matanya untuk sejenak menikmati pemandangan tersebut. Alam bawah sadarnya sudah sampai di Madiun tempat kelahirannya. Kenangan-kenangan indah bersama Fanny dahulu kini kembali memenuhi tiap bagian di kepalanya. Bagimana dulu Fanny yang selalu nampak tersenyum sering kali hampir menangis karena digodain kawan-kawannya, hanya pada Isonetalah Fanny luruh dan jatuh kedalam pelukannya. Masa ingat benar Isoneta bagaimana tiap hari dia harus bangun pagi-pagi lalau pergi kerumah Fanny terlebih dahulu untuk membangunkan kekasihnya itu yang memang sering bangun kesiangan, setelah itu mereka sama-sama berangkat ke sekolah. Bahkan pulangnya pun Isoneta juga mengantarkan Fanny dengan sepeda motornya. Kebiasaan itu hampir berlangsung selama dua tahun lebih. Ketika lulus SMA Isoneta masuk akademi pelayaran dan Fanny masuk akademi perawat, selama hampir tiga tahun selama pendidikan di akademi Isoneta masih harus merelakan diri tiap pagi telepon untuk membangunkan Fanny. Ada sedikit senyum tersungging dari Isoneta, koyol sekali pikirnya.
Baru setelah lulus dari akademi, keduanya semakin jarang berkomunikasi karena kesibukan karir masing-masing. Keduanya hanya percaya pada komitmen yang telah sama-sama diikrarkan untuk saling setia. Dan selama tujuh tahun ini harus Isoneta akui bahwa hubungan mereka berdua mulai dirasuki rasa cemburu dan curiga, akhirnya semua harus berujung seperti ini. Sebenarnya dalam hati Isoneta bisa mengikhlaskan bila pun akhirnya Fanny menikah dengan lelaki lain, namun tidak pernah dibayangkan sebelumnya bahwa lelaki itu adalah Edward teman mereka sendiri. Edward dari dulu sampai setahun yang lalu masih menjadi teman curhatnya, ternyata telah menusuknya dari belakang. Inilah jawaban kenapa Edward sudah setahun ini sangat susah untuk dihubungi, tentu Edward tahu betul kapan dia harus masuk dalam kehidupan Fanny, karenasetahun yang lalu Isoneta pernah cerita tentang hubungannya dengan Fanny mulai renggang. Edward benar-benar brengsek, bangsat, bajingan, ibarat pagar makan tanaman.
“Mas, dah sampai Mas…..” suara sopir taksi membuyarkan lamunan Isoneta.
“Berapa Bang?” Spontan Isoneta tanya.
“Lima puluh ribu, Mas”. Isoneta langsung memberikan uang pas lembaran Rp. 50.000 kemudian taksi itupun pergi.
“Mampir Mas, mampir. Ada yang baru loch, sini masuk aja…..” Isoneta hampir terperanjat mendengar suara perempuan manja merayu sudah ada di dekatnya. “Astaghfirloh!” hanya itu yang mampu Isoneta teriakkan dalam hati, ternyata sopir taksi itu membawanya ke kompleks pelacuran terbesar di Asia Tenggara, Gang Dolly Surabaya.
AMERICAN IDIOT
Almost semi century world mastered by USA, super power state that pluming their self as democracy world police, freedom combatant and human right warrior. But in fact USA is real terrorist in the world which is not reluctant shed blood and supporting abbatoir by theit supported dictator. Read more... Baca selengkapnya...












